You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dampak penurunan muka tanah di Jakarta Utara yang mencapai 15 sentimeter pertahun masih menjadi pers
photo Doc - Beritajakarta.id

Genangan di Jakut Bertambah Jadi 157 Titik

Penurunan muka tanah hingga mencapai 15 sentimeter di Jakarta Utara menjadi persoalan bagi pengelolaan sistem tata air. Hal tersebut diperparah dengan buruknya kondisi sejumlah saluran akibat menyempit atau tertutup bangunan milik warga. Akibatnya, dari sebanyak 34 titik genangan yang terjadi saat hujan deras turun, tahun ini bertambah menjadi 157 titik genangan.

Sisanya masih sekitar 90 titik lagi di seluruh Jakarta Utara. Akan kita kejar penanganan seluruhnya sebelum masuk musim penghujan

Dari data yang dimiliki Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, genangan-genangan tersebut tersebar di 6 Kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Utara dengan ketinggian bervariasi antara 10-50 sentimeter. Hingga pertengahan tahun ini, baru 67 genangan yang sudah dilakukan penanganan.

Titik genangan yang sudah ditangani diantaranya, Jl Kapuk Raya, Kampung Gusti, Muara Baru dan Jl Luar Batang, Penjaringan. Di Kecamatan Pademangan, titik genangan yang sudah dilakukan penanganan antara lain Jl Ampera 1 sampai dengan Jl Ampera 7, Jl Gunung Sahari, Jl Lodan Raya dan Jl Hidup Baru.

Jakarta Tergenang, Basuki Kembali Soroti Kinerja Dinas PU

Selanjutnya, di Jl Boulevard Barat, Pegangsaan Dua, Jl Haji Oyar di Kelapa Gading dan Jl Kampung Beting, Jl Pepaya, Jl Dewa Kembar, Jl Marunda Baru, Jl Komp Dewa Ruci, Kecamatan Cilincing. Sedangkan di Kecamatan Tanjung Priok, diantaranya, Jl Bugis, Jl Enggano, Jl Swasembada Timur 11, Jl Usaha, Jl RE Martadinata sisi utara  dan Jl Gotong Royong. Selain itu Jl Mahoni, Jl Lontar, Jl Dukuh, Jl Cikijang, Jl Mantang, Jl Maja di Kecamatan Koja juga sudah dilakukan penanganan.

Kasie Pemeliharaan Sumber Daya Air, Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja, mengakui, hingga kini pihaknya masih terus upayakan percepatan penanganan titik genangan. Upaya tersebut diantaranya dengan melakukan normalisasi dan perbaikan saluran di sekitar lokasi genangan.

"Selama ini kita fokus ke Koja sebagai wilayah yang terparah. Dari 37 titik, sebanyak 31 diantara sudah kita atasi," ujarnya, Minggu (13/7).

Dikatakan Kuryatna, lamanya penangan di wilayah Koja akibat sekitar 60 persen saluran mikro maupun PHB yang ada tertutup serta mengalami penyempitan oleh bangunan warga. Hal itu menyebabkan pihaknya tidak dapat menggunakan alat-alat berat dalam melakukan normalisasi.

"Sisanya masih sekitar 90 titik lagi di seluruh Jakarta Utara. Akan kita kejar penanganan seluruhnya sebelum masuk musim penghujan," tegasnya.

Ditambahkan Kuryatna, selain pembenahan saluran air, pada tahun ini sebanyak 5 rumah pompa akan dibangun untuk menjangkau kawasan yang sering terjadi genangan. Sehingga dengan adanya penambahan rumah pompa di Kamalmuara, Kali Karang, muara Kali Angke, Marina Ancol, dan muara Kali Sentiong, Sunter diharapkan akan membantu mengentaskan genangan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6178 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3800 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye3035 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye2964 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1568 personFolmer